Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Body Lotionku Tidak Mempan di Jerman

    Assalamualaikum. Apa kabar teman-tenan semuanya? Setelah beberapa minggu ga nulis rasanya kangen juga nih. Kesibukan baru setelah anak mulai masuk sekolah membuat saya harus mengatur ulang semua jadwal yang sudah tertata rapi (read: sok sibuk). Langsung saja nih ke topik pembahasan. Jadi kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang dunia perawatan kulit. Aktivitas di luar rumah kadang membuat kulit saya semakin kering dan gak terawat. Awalnya cuek, tapi lama kelamaan itu sedikit mengganggu juga karena kalau sudah buka lengan baju ada zona perbatasan yang tampak jelas alias gosong separuh 😂. Akhirnya mau ga mau harus menyempatkan waktu untuk mengoleskan yang namanya si body lotion ini. Jujur saya orangnya paling males pakai body lotion, terkadang cuma beli saja tapi ujung-ujungnya dibuang karena sudah kadaluarsa. Jangan ditiru kalau yang ini ya.
    Setelah merasakan akibatnya baru deh sadar akan manfaatnya. Ternyata memakai body lotion ini bisa mencegah dehidrasi kulit, melindungi kulit dari UVA/B, menghaluskan kulit, dan memberikan nutrisi lebih ke dalam kulit. Kemana saja ya baru ngeh sekarang 😆. Tapi tidak apa-apalah ya telat daripada tidak sama sekali. Mulai mencintai diri sendiri dengan memberikan haknya.

    Oh ya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya waktu ke Jerman beberapa tahun yang lalu. Body lotion ini merupakan salah satu barang bawaan wajib juga ketika akan berangkat ke Jerman. Setelah mendekam di koper selama musim semi dan panas akhirnya musim gugur dia keluar juga. Musim yang mulai berangin dan membuat kulit benar-benar ekstra kering, apalagi musim dingin. Ketika memegang kulit rasanya sudah seperti sisik ular, serem banget deh pokoknya. Body lotion yang masih penuh itu saya oleskan setiap hari di tangan dan tubuh terutama yang terkena langsung sinar matahari. Kira-kira saya sudah menggunakan beberapa tetes tapi ternyata itu tidak mempan sama sekali di kulit. Baru beberapa meter keluar rumah, kulit sudah terasa kering kembali. Akhirnya saya oleskan lagi dan terus berulang seperti itu. Awalnya saya mengira ini hanya karena cuaca hari itu yang ekstrem tapi ternyata dibeberapa hari berikutnya masih sama. Setelah tidak ada perubahan, akhirnya saya menyerah juga. Keesokan harinya saya pergi ke toko dan membeli body lotion yang harganya tidak begitu mahal waktu itu, tapi made in Germany dan keajaiban pun terjadi. Kulit saya jadi lembab seharian, padahal pemakaiannya juga tidak banyak. Baiklah ternyata memang body lotion tiap negara itu berbeda dan sudah disesuaikan dengan cuaca serta iklim negara tersebut.
    Begitulah cerita singkat tentang pemakaian body lotion. Yuk, mulai sayangi tubuh kita dengan memberikan haknya. Berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin. Selamat berakhir pekan teman-teman semua.

Post a Comment for "Body Lotionku Tidak Mempan di Jerman"