Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Musim Gugur dan Festival di Jerman

Musim Gugur di Jerman

Assalamualaikum..
Halo jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya ingin berbagi tentang salah satu musim yang ada di Jerman yaitu Herbst (musim gugur). Musim gugur merupakan salah satu musim yang sangat langka dan tidak pernah terjadi tentunya di Indonesia. Di musim ini udara akan terasa lebih dingin dibandingkan musim panas tentunya, tapi tidak akan separah musim dingin. Jadi musim ini adalah musim peralihan atau pengantar dari musim panas ke musim dingin. Di musim gugur semuanya akan terlihat sangat berbeda, apalagi dengan pepohonan dan dedaunan. Warna-warni akan menghiasi sepanjang jalan baik di daerah perkotaan atau pedesaan.

  


Di sepanjang jalan akan terlihat warna kuning, merah, dan juga coklat. Semua daun berguguran, kecuali satu yaitu pohon yang tidak menggugurkan daunnya. Pohon ini tetap kokoh dan daun-daunnya tetap berwarna hijau, yakni pohon cemara. Oleh sebab itu pohon inilah yang biasa digunakan oleh umat kristiani sebagai pohon natal karena pohon ini kuat hidup dimusim dingin. Sampai di Indonesia pun juga sama. Pohon ini akan sangat bernilai ketika natal tiba. 

Kembali ke musim gugur ya. Biasanya antara peralihan dari musim gugur ke musim dingin orang-orang Jerman mulai memakai pakaian tebal, jadi biasanya mereka mulai mengeluarkan beberapa pakaian musim dingin mereka dari box. Jadi biasanya orang Jerman sudah memiliki box tersendiri untuk baju musim panas dan musim dingin. Beberapa diantaranya juga sudah mulai memeriksa die Heizung atau mesin pemanas ruangan, apakah terjadi kerusakan atau tidak karena musim gugur dan dingin tanpa pemanas ruangan adalah sebuah bencana besar.

Festival Musim Gugur di Jerman

Pada bulan Oktober, di Jerman terdapat festival yang sangat terkenal. Mungkin sudah banyak yang mendengar tentang Oktoberfest? Iya, festival ini paling besar dirayakan di daerah Munich. Namun daerah-daerah lain di Jerman juga merayakannya. Banyak pemuda-pemudi yang mengenakan baju khas atau tradisional, yaitu Drindl untuk perempuan dan Lederhosen untuk laki-laki.

Selain itu pada minggu kedua bulan November anak-anak khususnya di sekolah akan merayakan der Martinstag (memperingati Hari Santo Martin). Anak-anak akan menyiapkan lentera yang dihias semenarik mungkin, kemudian dipasang lilin di dalamnya dan memancarkan cahaya yang beraneka ragam. Kemudian mereka akan berjalan berarak-arakan dengan membawa lentera mereka sambil menyanyikan lagu laterne. Semua terlihat sangat manis.

Musim ini memberi peringatan bahwa akan datang musim dingin, maka saya menyebutnya adalah musim persiapan. Apalagi setelah merasakan teriknya musim panas dan menjelang musim dingin. Allah memang sangat adil, Maha Pengatur segalanya. Bersyukurlah manusia karena ada musim gugur sebelum musim dingin tiba :)

Post a Comment for "Musim Gugur dan Festival di Jerman"