Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hari Raya Idul Fitri di Berlin, Jerman

 Taqabballahu Minna Wa Minkum


        Alhamdulillah setelah menjalani puasa sebulan penuh tanpa ada jeda, akhirnya tiba juga hari yang suci, hari yang ditunggu-tunggu seluruh umat Islam di penjuru dunia. Meskipun saya tidak bisa pulang ke Indonesia, tidak membuat lebaran tahun ini suram. Saya dan beberapa teman (Sukma, Elvina, dan Desi) berencana merayakan hari raya Idul Fitri di Berlin. Kami ingin sholat Idul Fitri di Kedutaan Besar Republik Indonesia, setelah itu menghabiskan waktu bersama dan jalan-jalan di ibukota Jerman itu. 

        Waktu yang harus kami tempuh tidaklah pendek. Kota pemberangkatan dari Tubingen dan kami membutuhkan waktu sekitar delapan jam, itu pun harus transit kereta beberapa kali. Maklum kami memakai kereta ekonomi, jadi tidak secepat IC atau ICE, kereta tercepat Jerman itu. Setelah lelah diperjalanan akhirnya kami sampai juga di ibukota Jerman. Salah satu teman saya Desy sudah menunggu kedatangan kami di Hauptbahnhof Berlin, sedangkan Sukma memilih berangkat dengan bus karena ia dari Munich. Saat kami turun dari kereta langsung berjalan kaki menuju kedutaan, tempat kami sholat Ied keesekon harinya karena jaraknya yang dekat dengan stasiun.

         Setelah itu kami baru menjemput Sukma dan bersama menuju hotel tempat kami menginap. Jarak dari hotel dan KBRI lumayan jauh juga, ditambah lagi kami belum hafal daerah Berlin jadi sempat nyasar juga 😋. Setelah lama berjalan akhirnya kami menemukan juga hotel tujuan. Kami sekamar bertiga, fasilitasnya hanya kamar mandi dalam ya karena judulnya ini backpacker, dengan biaya seminimal mungkin tapi bisa explore semaksimal mungkin.

Sholat Ied di KBRI Jerman

Lokasi sholat Ied di KBRI Jerman

          Keesokan harinya adalah hari raya Idul Fitri. Malam itu masih sepi dan terus akan sepi karena tidak akan ada takbir yang berkumandang. Saya hanya bisa mengumandangkan takbir sendiri serta menyelipkan doa untuk semua keluarga di Indonesia. Mungkin ini akan menjadi malam takbir yang yang menyedihkan tapi paling berkesan. Saya sempat mencoba untuk video call dengan keluarga yang ada di Indonesia, bahagia meskipun raga tak bersama namun hati ini terasa sangat dekat.

Persiapan sholat Ied di KBRI, Berlin
Keesokan harinya setelah sholat subuh kami langsung bergegas ke halte bus menuju arah stasiun. Setelah sampai di stasiun dekat dengan KBRI kami melangkahkan kaki dengan hati yang bercampur aduk, antara bahagia dan terharu akhirnya kami sholat Idul Fitri di Jerman. Kami bertemu dengan seluruh warga Indonesia yang ada di kota Berlin. Saat takbir dikumandangkan pipi kami tiba-tiba basah. Ternyata ada kerinduan yang terpendam dihati kami masing-masing. Rindu akan sanak saudara yang jauh dan pasti mereka saat ini sedang merayakan hari yang fitri bersama seluruh keluarga.

Setelah selesai sholat ied kami sempat bertemu dengan Bapak Fauzi Bowo yang menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman dan kami pun sempat berfoto bersama. Banyak saudara sebangsa dan setanah air yang merayakan hari kemenangan ini. meskipun kami tak saling merngenal, berkumpul bersama mereka dapat mengobati rindu ini.
 









Opor ayam ala-ala Indonesia



Setelah selesai sholat di meja sudah tersedia opor ayam khas lebaran di Indonesia. Rasanya mulut ini sudah lama tidak makan opor ayam. Nyummiiiii...

Setelah selesai sholat Ied kami langsung berangkat ke stasiun dan siap untuk exlpore Berlin :-)

* Pengalaman ini sudah beberapa tahun yang lalu ketika saya masih tinggal di Jerman



Post a Comment for "Hari Raya Idul Fitri di Berlin, Jerman"