Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pertama Explore Tübingen

Dari Entringen ke Tübingen 

Hallo traveller, kali ini saya akan membahas sebuah kota yang penting ketika saya tinggal di Jerman. Entringen-Tübingen, 13 April 2014, hari ini genap satu minggu saya berada di Jerman. Perasaan sedih terkadang masih menyelimuti. Jauh dari sanak saudara ternyata tidaklah mudah. Apalagi perbedaan budaya dan agama membuat saya terkadang merasa kesepian. Padahal ini baru seminggu, bagaimana dengan minggu-minggu berikutnya? Yah harus dilalui, jadi saya tidak mungkin berpangku tangan membiarkan kesedihan menghampiri. Harus ada sebuah obat untuk menyembuhkannya. JALAN-JALAN. Yeahhh..

Akhirnya hari ini saya memberanikan diri untuk pergi dari Entringen ke Tübingen. Saya berangkat ke stasiun diantar oleh Almut (Gastmutter saya) dan kedua anaknya, Marie dan Nicolai. Dia menjelaskan kepada saya cara pembelian tiket dan beberapa aturan tentang perkereta apian yang ada di Jerman. Saya membeli Tagesticket (tiket harian) seharga 5,60 Euro, jadi saya tidak perlu membeli tiket untuk nanti pulangnya. Cukup dengan 5,60 Euro dan 12 menit berhasil mengantarkan saya ke Tübingen. Kota ini sering disebut Universitätsstadt (Kota Universitas) karena banyak mahasiswa dari luar kota bahkan luar Jerman yang menempuh studi di sini. Berbekal peta dari Almut saya mencoba meraba-raba kota yang belum pernah sama sekali saya kunjungi itu. Rencana saya hari ini adalah mencari tahu letak tempat kursus nantinya, mencari masjid, dan satu lagi adalah duduk santai di pinggir sungai Neckar.

Saat itu saya sudah berada di Schellingstrasse, tetapi tempat yang saya tuju tidak kunjung saya temukan. Tiba-tiba saya menemukan sebuah kertas dan kebetulan itu adalah brosur untuk kursus di Vivat Lingua, tempat kursus yang saya cari. Saya mencari bangunan yang gambarnya mirip seperti brosur yang saya bawa tetapi tidak ketemu juga. Hingga akhirnya saya bertemu dengan seorang lelaki tua yang usianya kira-kira 60 tahun, Pak Mustafa namanya. Ternyata dia adalah orang Turki yang sudah lama tinggal di Jerman dan beliau kebetulan juga muslim. Dia pun membantu saya mencari tempat yang saya tuju. Sepanjang perjalanan dia bercerita tentang anaknya dan kebiasaan olahraga setiap pagi. Dia juga memberi tahu alamat masjid terdekat yang ada di Tübingen. Subhanallah, benar-benar pertemuan yang indah. Tidak pernah disangka dan diduga, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Setelah beberapa menit berjalan akhirnya saya dan Pak Mustafa menemukan tempat kursus itu.

Setelah menemukan tempat kursus saya nantinya, perjalanan selanjutnya adalah Tourist Information. Seperti yang dikatakan oleh Almut bahwa letaknya dekat dengan sungai Neckar. Setelah beberapa kali bertanya akhirnya saya menemukannya tetapi sayangnya hari itu kantornya tutup karena hari minggu. Akhirnya saya pergi ke pinggiran sungai Neckar untuk sekedar berfoto dan memakan bekal Indomie goreng yang sengaja saya buat dari rumah. Duduk sendirian di pinggir sungai Neckar membuat saya bahagia dan sedikit terharu.


Masjid di Kota Tübingen

Tourist Information Tübingen
Perut sudah terisi saatnya berjalan lagi. Selanjutnya saya mencari sebuah masjid di jalan Reutlingerstrasse. Jaraknya ternyata lumayan jauh dari sungai Neckar jika ditempuh dengan jalan kaki, tetapi dengan niat dan tekad dari awal saya harus menemukan masjid itu. Alhamdulillah. Allah selalu memudahkan langkah saya. Bertanya, bertanya, dan bertanya. Itulah slogan saya hari ini karena saya benar-benar buta akan kota ini. Akhirnya setelah beberapa menit berjalan saya menemukan masjid itu. Awalnya saya ragu karena dari luar tidak tampak seperti masjid, tetapi di depan bangunan itu terdapat plakat yang bertuliskan Islamische Gemeinschaft (Perkumpulan Islam). Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengucap salam di depan pintu itu dan alhamdulillah salam saya pun mendapatkan jawaban. Benar, ternyata ini masjid yang saya cari. Tetapi sayang saat saya kesana belum masuk waktu sholat dhuhur. Akhirnya saya meminta jadwal sholat kepada petugas yang ada dan dia memberikan jadwal sholat sampai akhir tahun 2014. Lagi-lagi saya mendapatkan bonus dari Allah.


Sungai Neckar (Tübingen)


Sungai Neckar (Tübingen)


Masjid pertamaku di Tübingen, IGMG-Reutlingerstrasse 30-32

Hari ini sungguh perjalanan yang menyenangkan, sayangnya tiba-tiba badan saya terasa lemas. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke Entringen, meskipun sebenarnya masih banyak tempat yang ingin saya kunjungi. Jadwal kereta masih pukul 14.47 tetapi saya sudah duduk manis sejak 14.11. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya kereta saya datang juga. Tepat pukul 14.58 kereta sudah sampai lagi di Entringen. Perjalanan hari ini sangat menyenangkan. Terima kasih Ya Allah, Engkau selalu mengirimkan tangan-tangan kecilmu untuk menolongku. Semoga minggu-minggu selanjutnya selalu ada perjalanan baru yang menakjubkan. Aamiin.



Post a Comment for "Pertama Explore Tübingen "