Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sekelumit Kisah di Hari Kamis

Minggu-minggu terakhir berada di Jogja benar-benar memberikan banyak pelajaran bagiku. Disatu sisi aku begitu merindukan kedua orang tuaku di rumah. Di sisi lain rasanya berat juga meninggalkan kota ini, kota yang penuh dengan kenangan. Di sini aku menemukan keluarga baru dan tidak ingin melepaskannya. Semua itu terasa berat, butiran air mata pun sempat jatuh ketika aku berpamitan dengan para pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta. Tetapi kini saatnya harus pamitan dari Kota Yogyakarta dan kembali menimba ilmu ke Kota Malang.
Pulang dari kantor waktu itu aku bersama sahabatku Nina dan Dian begitu bersemangat menyusuri jalan menuju tempat kos, karena hari itu adalah terakhir kalinya kami pulang kantor. Kami sangat menikmati perjalanan sore itu. Saat itu Dian sudah berjalan jauh di depan, sedangkan aku dan Nina masih berjalan pelan di belakang. Saat asyik menyusuri jalan tiba-tiba seorang lelaki melontarkan sebuah kata pada kami,
“Mbak, kamu suruh beli pisang yang dibawa nenek diseberang jalan sana“
Dengan segera aku dan Nina menengok ke seberang jalan, kami memang melihat seorang nenek tua membawa bungkusan di punggungnya, tetapi kami tidak yakin kalau itu adalah pisang. Awalnya kami ragu, tapi karena penasaran dan kasihan akhirnya kami menghampiri nenek tersebut. Setelah kami dekati ternyata nenek tersebut tidak membawa pisang satu pun, ia juga tidak berjualan apa pun. Saat kami tanya tenyata itu hanya bungkusan makanan dan kopi, itu pun ia dapatkan dari orang yang merasa kasihan kepadanya.
Ternyata ia sudah lama berdiri di pinggir jalan dekat lampu merah itu, ia menunggu bus jurusan Parangtritis. Kami pun menyuruhnya duduk terlebih dahulu sebelum bus itu datang, sembari menunggu ia menceritakan kejadian yang dialaminya hari itu. Ternyata seharian ia mencari cucunya dari Sumatra yang tinggal di Kota Yogyakarta. Beberapa minggu sebelumnya saat cucunya bekunjung ke Parangtritis pernah berkata, “Mbah, nanti kalau ada rezeki datanglah menjengukku ke kota ya, ini alamatku. Nanti aku belikan baju“
Karena minggu berikutnya sang nenek baru ada rezeki maka ia baru bisa berangkat ke kota. Meskipun alamat yang diberikan sang cucu sudah hilang ia tetap nekat pergi ke kota, ia beranggapan bisa mencarinya di kota. Ia hanya mengingat nama daerahnya saja, tetapi tepatnya ia juga sudah lupa. Dengan susah payah ia mencoba mencari cucunya ke rumah-rumah, tetapi hasilnya nihil karena tak satu pun orang mengenali cucunya. Dengan usianya yang sudah mencapai 70 tahun lebih tentu melelahkan menyusuri kota Yogyakarta sendirian, hal itu membuatnya masuk angin dan menghentikan pencarian sesaat. Ia ditolong oleh warga dan diberi bekal makanan serta minuman. Ia pun melanjutkan perjalanan dan berharap bisa menemukan cucunya, tetapi di tengah perjalanan ia sempat putus asa, ia takut kalau cucunya sudah kembali ke Sumatra. Nenek pun memutuskan untuk pulang ke Parangtritis.
Sungguh tidak tega ketika melihat nenek tersebut bercerita, kerinduannya terhadap sang cucu membuat ia rela meninggalkan gubuknya dan nekat mencari sang cucu ke kota. Di saat keadaannya yang susah ia masih sempat menawari kami makan dan minumnya, ia sungguh baik hati. Di rumah ia hanya tinggal sendiri, ternyata anak semata wayangnya telah pindah ke Sumatra dan jarang menjenguknya. Disaat ia berharap bisa bertemu dengan cucunya di kota, ternyata itu pun pupus. Ia harus menahan rasa rindunya dan menunggu hingga suatu saat entah kapan cucu dan anaknya akan pulang ke Parangtritis.
Tak lama kemudian bus yang menuju Pojok Benteng tiba, ia harus pindah ke bus lain untuk menuju Parangtritis. Ia sempat takut kalau tidak ada bus lagi menuju Parangtritis. Ingin rasanya aku mengantarkannya dan memastikannya selamat sampai rumah, tetapi aku sendiri juga harus persiapan pulang ke kampung halaman. Sungguh tak tega melihatnya, aku dan Nina hanya bisa mengantarkannya sampai di atas bus. Nenek semoga sekarang engkau telah bertemu dengan cucumu.

2 comments for "Sekelumit Kisah di Hari Kamis"

  1. Semoga si nenek bisa ktemu dg cucu nya... :)
    Nice post sis :)
    Salam knal ya :)

    ReplyDelete
  2. Amin.
    semoga sekarang mereka sudah berkumpul bersama,,

    ReplyDelete